Kamis, 22 Oktober 2026 09:10 Podomoro Feedmill
Kementerian Pertanian (Kementan) berkomitmen memperkuat kemandirian industri perunggasan nasional dengan menyiapkan anggaran sebesar Rp3 triliun. Dana dialokasikan untuk memperkokoh ekosistem perunggasan dari hulu hingga hilir, salah satunya melalui rencana strategis pembangunan pusat Grand Parent Stock (GPS) atau bibit induk unggas di Jawa Timur. Langkah ini menjadi bagian dari fokus pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada impor bibit unggas, menjamin kepastian pasokan, serta mewujudkan kedaulatan pangan nasional.
Tiga Pokok Langkah Strategis Kementan
Suntikan Anggaran Rp3 Triliun
Dialokasikan untuk memperkuat permodalan, modernisasi sarana prasarana, penyediaan sarana pakan, dan fasilitas pembiayaan bagi peternak unggas lokal.
Pembangunan Pusat GPS di Jawa Timur
Fasilitas penangkaran bibit induk unggas (Grand Parent Stock) dibangun untuk memastikan ketersediaan bibit Parent Stock (PS) dan Day Old Chick (DOC) mandiri di dalam negeri.
Penyederhanaan Rantai Pasok & Stabilitas Harga
Dengan tersedianya pusat perbibitan lokal, distribusi bibit ke peternak menjadi lebih cepat dan efisien, sekaligus menekan gejolak harga di tingkat peternak.
Alasan Pemilihan Jawa Timur
Jawa Timur dipilih karena memiliki ekosistem peternakan yang matang, didukung oleh statusnya sebagai salah satu lumbung pakan utama (jagung) serta basis populasi peternak unggas terbesar di Indonesia. Kehadiran pusat GPS di wilayah ini diharapkan mempermudah alur logistik ke seluruh Indonesia, khususnya wilayah bagian timur.
Dampak Bagi Masyarakat
Ketersediaan bibit unggas yang stabil akan menjaga kelancaran produksi daging ayam dan telur nasional, sehingga harga pangan pokok di tingkat konsumen tetap terjangkau dan stabil.