Fakta Unik Burung Tīeke Dari Selandia Baru

Sabtu, 08 Agustus 2026 09:08 Podomoro Feedmill

Burung North Island Saddleback (Philesturnus paradoxus), atau yang dikenal oleh suku Māori dengan nama Tīeke, adalah salah satu spesies burung endemik paling ikonik di Selandia Baru. Termasuk dalam famili Callaeidae (burung pial khas Selandia Baru), spesies ini memiliki sejarah panjang yang erat kaitannya dengan kisah mitologi lokal serta perjalanan konservasi yang dramatis.

1.Pelana Kuda di Punggungnya

Nama "Saddleback" diambil dari corak bulu berwarna cokelat kemerahan di bagian punggungnya yang kontras dengan tubuhnya yang hitam pekat, tampak persis seperti pelana kuda.

2.Memiliki Gelambir Merah (Wattle)

Di sudut paruhnya terdapat gelambir berwarna merah cerah. Gelambir ini bisa membesar dan warnanya memikat saat burung sedang merasa terancam, menunjukkan dominasi wilayah, atau memikat pasangan.

3.Legenda Bekas Luka dari Pahlawan Māui

Dalam mitologi suku Māori, pahlawan legendaris Māui yang sedang haus meminta Tīeke membawakannya air. Ketika burung ini menolak, Māui yang marah memegangnya dengan tangan yang masih panas setelah menangkap matahari. Genggaman panas tersebut meninggalkan warna bakar cokelat permanen di punggung Tīeke.

4.Burung Peramal bagi Suku Māori

Suku Māori menganggap kicauan Tīeke sebagai ramalan (tohu). Suaranya dipercaya membawa petunjuk tentang cuaca buruk, keberhasilan perburuan, hingga nasib prajurit perang (jika berkicau dari sisi kanan jalan, dianggap membawa keberuntungan).

5.Anak Burung Langsung Memiliki "Pelana"

Berbeda dari kerabat dekatnya (South Island Saddleback yang anaknya berwarna cokelat polos), anak North Island Saddleback sudah memiliki bulu hitam dengan "pelana" cokelat di punggungnya sejak berusia muda.

6.Lebih Suka Melompat daripada Terbang

Burung ini memiliki sayap yang pendek dan tumpul serta otot dada yang kurang kuat untuk penerbangan jauh. Mereka lebih sering bergerak lincah dengan cara melompat (hopping) dari satu dahan ke dahan lain atau beraktivitas di atas tanah bagaikan tupai.

7.Nyaris Punah Akibat Kebiasaan Bersarang di Tanah

Karena sering membuat sarang di lubang pohon rendah atau permukaan tanah, burung ini menjadi mangsa yang sangat mudah bagi predator introduksi manusia seperti tikus, musang, dan kucing. Mereka sempat musnah total dari daratan utama Selandia Baru dan hanya tersisa di satu pulau kecil (Pulau Hen).

Fakta Unik Burung Tīeke Dari Selandia Baru
Bagikan :