Penyakit Busuk Kuku Pada Kambing

Jumat, 11 September 2026 09:09 Podomoro Feedmill

Busuk kuku merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup sering terjadi pada kambing, terutama pada kambing yang dipelihara di lingkungan lembap dan kurang bersih.

Busuk kuku merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup sering terjadi pada kambing, terutama pada kambing yang dipelihara di lingkungan lembap dan kurang bersih. Penyakit ini menyerang bagian kuku dan dapat menyebabkan kambing merasa nyeri saat berdiri maupun berjalan. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut dapat menurunkan nafsu makan, menghambat pertumbuhan, bahkan menyebabkan penurunan produktivitas ternak.


1.Busuk Kuku pada Kambing?


Busuk kuku atau foot rot adalah infeksi pada jaringan kaki dan kuku kambing yang umumnya berkembang akibat kombinasi kelembapan, luka pada kaki, serta infeksi bakteri. Kondisi kandang yang becek dan kotor dapat memperbesar risiko terjadinya penyakit ini. Infeksi biasanya diawali dengan kerusakan atau peradangan pada kulit di sekitar sela kuku. Bakteri kemudian dapat berkembang dan menyebabkan jaringan di sekitar kuku mengalami kerusakan. Pada kondisi yang parah, kuku dapat menjadi rapuh, berbau, bahkan terlepas sebagian.


2.Penyebab dan Faktor Risikonya


Busuk kuku tidak hanya disebabkan oleh satu faktor. Lingkungan kandang yang basah dan berlumpur merupakan salah satu pemicu utama karena membuat kuku terus-menerus lembap. Selain itu, penumpukan kotoran dan urine di lantai kandang dapat meningkatkan jumlah bakteri di sekitar kaki kambing.


Luka kecil pada kuku juga dapat menjadi jalan masuk bakteri. Kuku yang terlalu panjang, lantai kandang yang kasar atau tajam, serta kepadatan ternak yang tinggi dapat meningkatkan risiko terjadinya luka dan infeksi. Kambing yang memiliki kondisi tubuh kurang baik juga cenderung lebih rentan terhadap penyakit.


3.Gejala Busuk Kuku pada Kambing


1)Kambing Berjalan Pincang

Gejala yang paling mudah terlihat adalah perubahan cara berjalan. Kambing akan berjalan pincang, mengurangi tumpuan pada kaki yang sakit, atau bahkan enggan berdiri karena rasa nyeri pada kuku dan jaringan di sekitarnya.


2)Kuku Terlihat Bengkak dan Merah

Bagian sela kuku atau jaringan di sekitar kuku dapat mengalami kemerahan dan pembengkakan. Kondisi ini menunjukkan adanya peradangan yang biasanya muncul akibat infeksi atau kerusakan pada jaringan kaki.


3)Muncul Bau Busuk dari Kuku

Pada infeksi yang sudah berkembang, jaringan di sekitar kuku dapat mengalami kerusakan dan menghasilkan bau tidak sedap. Bau yang kuat menjadi salah satu tanda bahwa kondisi kuku sudah cukup parah dan membutuhkan penanganan segera.


4)Kuku Mengalami Kerusakan

Kuku kambing dapat menjadi rapuh, retak, berubah bentuk, atau mengalami pengikisan pada bagian tertentu. Jika infeksi semakin parah, sebagian kuku bahkan dapat terlepas dan menyebabkan kambing semakin sulit berjalan.


5)Kambing Lebih Banyak Berbaring

Karena merasa sakit ketika berdiri atau berjalan, kambing yang mengalami busuk kuku biasanya menjadi kurang aktif dan lebih sering berbaring. Aktivitas yang menurun juga dapat menyebabkan kambing kesulitan mencari makanan dan minum secara normal.


6)Nafsu Makan Menurun

Rasa sakit dan ketidaknyamanan dapat membuat kambing mengalami penurunan nafsu makan. Jika berlangsung dalam waktu lama, kondisi ini dapat menyebabkan berat badan turun dan pertumbuhan maupun produktivitas kambing terganggu.


4.Cara Mengatasi Busuk Kuku pada Kambing


1)Pisahkan Kambing yang Sakit

Kambing yang menunjukkan gejala sebaiknya segera dipisahkan dari kelompoknya. Selain memberikan ruang agar kambing lebih mudah ditangani, pemisahan juga dapat membantu mengurangi risiko penyebaran penyakit apabila penyebabnya bersifat menular.


2)Bersihkan Kaki dan Kuku

Bersihkan kaki dan kuku dari lumpur, kotoran, serta bahan organik yang menempel. Pemeriksaan juga perlu dilakukan pada sela-sela kuku untuk mengetahui adanya luka, pembengkakan, jaringan yang rusak, atau tanda infeksi lainnya.


3)Potong dan Rapikan Kuku

Kuku yang terlalu panjang perlu dirapikan agar tidak menjadi tempat penumpukan kotoran dan tidak mengganggu cara berjalan. Pemotongan harus dilakukan dengan hati-hati dan tidak terlalu dalam agar tidak mengenai jaringan hidup atau menyebabkan perdarahan.


4)Berikan Penanganan pada Bagian yang Terinfeksi

Setelah kuku dibersihkan, bagian yang mengalami luka atau infeksi dapat ditangani menggunakan antiseptik yang sesuai. Untuk kasus yang lebih berat, seperti pembengkakan parah, keluarnya cairan, bau busuk kuat, atau kerusakan kuku yang luas, pemeriksaan dokter hewan diperlukan untuk menentukan pengobatan yang tepat.


5)Tempatkan di Kandang yang Kering

Selama masa pemulihan, kambing sebaiknya ditempatkan di kandang yang bersih dan kering. Kondisi kandang yang terus-menerus basah dapat memperburuk masalah pada kuku dan memperlambat proses penyembuhan.


6)Perbaiki Kebersihan Kandang

Kotoran dan urine harus dibersihkan secara rutin agar lantai kandang tidak menjadi lembap dan penuh bakteri. Pastikan juga sistem drainase berjalan baik sehingga tidak terjadi genangan air di sekitar kandang.


7)Lakukan Perawatan Kuku Secara Rutin

Setelah kambing sembuh, kuku tetap harus diperiksa secara berkala. Pemotongan kuku secara teratur, pemeriksaan adanya luka, serta menjaga kondisi kaki tetap bersih dan kering dapat membantu mencegah busuk kuku kembali terjadi.


5.Cara Pencegahan Busuk Kuku pada Kambing


1)Jaga Kandang Tetap Kering dan Bersih

Kandang yang lembap, becek, dan penuh kotoran dapat meningkatkan risiko masalah pada kuku. Bersihkan kotoran dan urine secara rutin serta pastikan kandang memiliki drainase yang baik agar tidak terjadi genangan air.


2)Lakukan Pemotongan Kuku Secara Rutin

Kuku yang terlalu panjang dapat menyebabkan kambing berjalan tidak normal dan lebih mudah mengalami luka. Periksa dan potong kuku secara berkala dengan alat yang bersih dan dilakukan secara hati-hati.


3)Hindari Lantai Kandang yang Terlalu Basah

Kuku yang terus-menerus terkena air dapat menjadi lunak sehingga lebih mudah rusak dan terinfeksi. Pastikan lantai kandang tidak menjadi tempat genangan dan sediakan area yang kering untuk kambing beristirahat.


4)Periksa Kondisi Kaki Secara Berkala

Amati kaki dan kuku kambing secara rutin, terutama setelah kambing berada di lingkungan berlumpur atau berbatu. Segera bersihkan dan tangani luka kecil sebelum berkembang menjadi infeksi.


5)Jaga Kepadatan Kandang

Kandang yang terlalu padat membuat kaki kambing lebih sering terkena kotoran dan meningkatkan kelembapan lingkungan. Berikan ruang yang cukup agar kambing dapat bergerak dengan nyaman dan kondisi kandang lebih mudah dijaga.


6)Pisahkan Kambing yang Menunjukkan Gejala

Jika terdapat kambing yang mulai pincang, mengalami pembengkakan kuku, atau menunjukkan tanda infeksi, segera pisahkan dari kelompok. Hal ini penting untuk mengurangi risiko penularan dan memudahkan proses pengobatan.


7)Jaga Kebersihan Peralatan Peternakan

Peralatan seperti alat pemotong kuku perlu dibersihkan dan didesinfeksi secara rutin, terutama setelah digunakan pada kambing yang mengalami masalah kuku. Langkah ini membantu mengurangi kemungkinan perpindahan agen infeksi dari satu kambing ke kambing lainnya.


Busuk kuku mungkin terlihat seperti masalah sederhana, tetapi dampaknya bisa cukup besar terhadap produktivitas kambing. Kambing yang terus mengalami nyeri pada kaki akan lebih sulit bergerak, makan, dan beraktivitas secara normal. Oleh karena itu, pemeriksaan kuku secara rutin, kebersihan kandang, serta penanganan sejak gejala awal sangat penting untuk menjaga kesehatan dan produktivitas ternak.