9 Jenis Burung Puyuh Terpopuler

Sabtu, 25 April 2026 09:04 Podomoro Feedmill

9 Jenis Burung Puyuh Terpopuler

Selama ini, banyak orang menganggap burung puyuh hanyalah unggas kecil penghasil telur puyuh untuk bahan masakan. Namun, bagi para pehobi dan peternak profesional, burung puyuh memiliki varietas yang sangat kaya, mulai dari puyuh konsumsi hingga puyuh hias dengan warna-warni yang memikat.

Berikut adalah 9 jenis burung puyuh yang populer di Indonesia dan mancanegara:

 

1. Puyuh Batu (Excalfactoria chinensis)

 

Berasal asli dari Indonesia, puyuh ini adalah yang terkecil di dunia dengan ukuran tubuh hanya sekitar 15 cm. Ciri khasnya adalah bulu hitam pekat dengan corak putih di bagian leher. Karena ukurannya yang mungil dan sifatnya yang jarang terbang, puyuh batu sering dijadikan peliharaan hias.

 

2. Puyuh Gonggong Jawa (Arborophila javanica)

 

Sesuai namanya, puyuh ini banyak ditemukan di pegunungan Jawa pada ketinggian 1.000–3.000 mdpl. Ukurannya agak besar (sekitar 23 cm) dengan warna bulu kemerahan dan tanda khas menyerupai cincin hitam di kepalanya.

 

3. Puyuh Pepekoh (Coturnix chinensis)

 

Meski mungil (15 cm), puyuh ini adalah jagonya bertelur. Dalam setahun, seekor puyuh Pepekoh bisa menghasilkan 200 hingga 280 butir telur. Dahulu hidup liar di hutan, kini banyak dibudidayakan secara berkoloni oleh masyarakat.

 

4. Puyuh Jepang (Coturnix japonica)

 

Inilah "raja" di dunia peternakan puyuh Indonesia. Sangat populer karena perawatannya mudah dan produktivitasnya luar biasa (mencapai 300 butir telur/tahun). Jika sudah melewati masa produktif, puyuh ini juga sering dijadikan puyuh pedaging.

 

5. Puyuh Sengayan / Mahkota

 

Ini adalah puyuh hias yang sangat cantik. Burung jantannya memiliki jambul merah yang mencolok, dahi putih, dan bulu biru keunguan. Sedangkan betinanya tampil anggun dengan warna hijau dan sayap kecokelatan. Habitat aslinya berada di dasar hutan Asia Tenggara.

 

6. Puyuh Albino

 

Banyak yang mengira ini adalah puyuh yang sakit, padahal puyuh albino memiliki gen resesif unik yang membuat seluruh bulunya berwarna putih bersih dengan mata kemerahan. Meski penglihatannya cenderung rabun dan fisiknya lebih lemah, puyuh ini diklaim memiliki produktivitas telur yang sangat tinggi.

 

7. Puyuh Rimba Sumatera

 

Merupakan spesies endemik pulau Sumatera. Burung ini hidup berkelompok kecil (2–5 ekor) dan dikenal karena kicauannya yang merdu dan khas di pagi hari. Karena kelangkaan dan kecantikannya, puyuh ini lebih banyak dikategorikan sebagai burung hias.

 

8. Callipepla Squamata (Scaled Quail)

 

Berasal dari Amerika Utara, puyuh ini memiliki postur yang gagah dengan panjang 25–30 cm. Disebut "Scaled Quail" karena pola bulunya yang menyerupai sisik ikan. Burung ini sangat tangguh dan bisa berlari sangat cepat di habitat aslinya yang kering.

 

9. Puyuh Blaster

 

Puyuh ini adalah primadona bagi peternak modern. Blaster merupakan jenis dwiguna unggul sebagai petelur sekaligus sangat baik sebagai pedaging. Bobotnya bisa mencapai 200 gram dengan ukuran telur yang lebih besar (sekitar 12 gram) dibanding puyuh biasa.

 

Apakah Anda ingin memulai bisnis telur puyuh, menyuplai daging, atau sekadar hobi memelihara burung eksotis? Memilih jenis yang tepat adalah kuncinya. Dari daftar di atas, puyuh Jepang dan Blaster tetap menjadi pilihan utama untuk keuntungan maksimal, sementara puyuh Sengayan atau Batu siap mempercantik taman Anda.